Pengertian Seleksi Alam dan Contoh

Diposting pada

Pengertian-Seleksi-Alam-dan-Contoh

Pengetian Seleksi Alam

Pada pembahasan kali ini kita akan sama-sama membahas mengenai materi seleksi alam. Lalu apa yang dimaksud dengan seleksi alam? Setelah kita membahas tentang adaptasi pada lingkungan hidup. Maka kita juga harus mengetahui mengenai seleksi alam. Pada pembahasan materi seleksi alam ini kita akan sama-sama membahas apa itu seleksi alam, faktor-faktor penyeleksi di alam, contoh penyeleksi alam, dan kepunahan organisme.

Seleksi alam adalah pemilihan yang dilakukan oleh alam untuk memilih makhluk hidup yang dapat terus bertahan hidup dan makhluk hidup yang tidak dapat terus bertahan hidup. Makhluk hidup yang terus dapat bertahan hidup akan tetap hidup sedangkan makhluk hidup yang tidak dapat bertahan hidup akan mati. Selama kehidupan di bumi ini terus berlangsung, peristiwa alam juga akan terus berlangsung menyertai aktivitas kehidupan makhluk hidup. Peristiwa alam tersebut dapat berlangsung setiap saat dan setiap waktu tanpa adanya kesiapan dari makhluk hidup yang ada di alam ini. Peristiwa alam tersebut erat hubungannya dengan kelangsungan hidup makhluk hidup seperti banjir, tanah longsor, gunung meletus, gempa bumi, dan bencana alam lain.

Seleksi yang artinya pemilihan. Jadi seleksi alam merupakan pemilihan oleh makhluk hidup oleh alam untuk memilih makhluk hidup yang dapat terus hidup serta makhluk hidup yang tidak dapat terus hidup. Makhluk hidup didalam selalu menghadapi faktor alam yang akan menyeleksinya. Beberapa makhluk hidup yang mamu menyesuaikan diri dngan kondisi atau keadaan lingkungan yang  ada, maka akan dapat bertahan hidup.

Dengan kata lain, makhluk-makhluk hidup yang dapat bertahan hidup dengan lingkungannya akan dapat bertahan dengan alam dan lolos dari seleksi alam dan dapat terus melestarikan jenisnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 6 Faktor yang Memengaruhi Sebaran Flora dan Fauna di Permukaan Bumi


Sejarah Seleksi Alam

Charles Darwin (1809-1882) memiliki nama panjang Charles Robert Darwin adalah ilmuwan asal negara Inggris yang menemukan hasil penelitian di pulau galapagos untuk menunjang teori evolusi. Charles Darwin disebut sebgai bapak evolusi karena memiliki data yang lebih lengkap untuk menguatkan teori evolusi. Charles Darwin mengeluarkan dua buah buku yang memberikan andil yang cukup penting bagi perkembangan teori evolusi, yakni :

  1. On the origin of species by means of natural selections – tahun 1859. Darwin menelusuri asal-usul manusia berdasarkan bukti sisa-sisa kehidupan masa lalu. Sayangnya, ia tidak menemukan jawabannya, karena saat itu belum ditemukan fosil hominid yang menunjukkan evolusi ke arah manusia. Ia hanya menyimpulkan makhluk hidup saat ini merupakan hasil proses evolusi yang sangat panjang, dari makhluk bersel satu yang membelah menjadi makhluk bersel banyak. Ia pun yakin bahwa umur bumi sangat tua dan manusia sudah sangat panjang riwayatnya. Namun, baginya, asal-usul manusia tetap masih menjadi tanda Tanya (Aziz, 2013).
  2. The descent of man – tahun 1857

Dua inti pokok dari teori darwin :

  • Spesies yang hidup di masa sekarang berasal dari makhluk hidup yang berasal dari masa lampau.
  • Evolusi terjadi karena adanya proses seleksi alam (natural selections)

Persamaan teori lamack dengan tori darwin adalah evolisi sama-sama terjadi karena pengaruh faktor lingkungan. Sedangkan perbedaannya adalah pada yang menyebabkan perubahan makhluk hidup, di mana lamarck disebabkan oleh kuantitas penggunaan organ tubuh, sedangkan darwin pada seleksi alam (Nusantari, 2013).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Macam-Macam Penyerbukan & Pengertian Lengkap | Ayoksinau.com


Hukum Latar Belakangi Seleksi Alam

Pemikiran Darwin menyatakan bahwa bentuk mahluk hidup dengan struktur baru yang disebutnya sebagai bentuk modern, adalah diperoleh dari makhluk hidup dari warisan makhluk hidup yang telah ada sebelumnya tetapi dengan suatu modifikasi.Modifikasi makhluk individu merupakan adaptasi terhadap lingkungannya.Individu yang mempunyai kecocokan yang lebih besar dengan lingkungannyalah yang mampu bertahan, karena itu lingkungannya berperan sebagai penyeleksi terhadap kelestarian makhluk hidup dari generasi kegenerasi, sehingga kemudian disebut dengan istilah seleksi alam.Seleksi alam menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup yang lebih mampu menyesuaikan diri dengan kondisi alam habitatnya akanmendominasi dengan cara memiliki keturunan yang mampu bertahan hidup, sebaliknya yang tidak mampu akan punah.

Sebagai contoh, dalam sekelompok rusa yang hidup di bawah ancaman hewan pemangsa, secara alamiah rusa-rusa yang mampu berlari lebih kencang akan bertahan hidup. Itu memang benar. Akan tetapi, hingga kapan pun proses ini berlangsung, tidak akan membuat rusa-rusa tersebut menjadi spesies lain. Rusa akan tetap menjadi rusa.

Maka pengertian seleksi alam menurut Darwin dapat dideskripsikan sebagai barikut :

  1. Di alam, individu-individu berbeda dengan sesamanya
  2. Perbedaan ini meskipun hanya sebagian kecil saja, ditentukan oleh faktor yang diteruskan melalui pewarisan sifat
  3. Kapanpun perbedaan-perbedaan ini menyangkut ketahanan, yaitu keberhasilan bertahan sampai usia reproduksi, sehingga makhluk hidup mampu memberikan keturunan (Vitasari, 2013).

Contoh peristiwa seleksi alam adalah pada kupu-kupu biston betularia di inggris. Kupu-kupu biston betularia terdapat dua jenis, yaitu yang bersayap terang cerah dengan yang bersapap gelap. Awal mulanya lingkungan inggris yang bersih sangat baik untuk adaptasi kupukupu yang bersayap cerah. Namun karena limbah jelaga industri di inggris yang semakin banyak dan mengotori pepohonan sehingga pohon menjadi gelap yang akhirnya menjadi lebih adaptif untuk kupu-kupu yang bersapap gelap daripada yang terang. Hasilnya perkembangan kupu2 bersayap gelap meningkat tajam dan sayap cerah berkurang drastis.

Seleksi alam berperan sebagai mekanisme pengeliminasi individu-individu lemah dalam suatu spesies. Ini adalah kekuatan konservasi yang menjaga spesies yang ada dari kepunahan. Namun mekanisme ini tidak memiliki kemampuan mengubah satu spesies ke spesies lain. Seleksi alam hanya mengeliminir individu-individu suatu spesies yang cacat, lemah atau tidak mampu beradaptasi dengan habitatnya. Mekanisme ini tidak dapat menghasilkan spesies baru, informasi genetis baru, atau organ-organ baru. Dengan demikian, seleksi alam tidak mampu menyebabkan apa pun berevolusi. Darwin menerima kenyataan ini dengan mengatakan: “Seleksi alam tidak dapat melakukan apa pun sampai variasi-variasi menguntungkan berkebetulan terjadi”.Karena itulah neo-Darwinisme harus mengangkat mutasi sejajar dengan seleksi alam sebagai “penyebab perubahan-perubahan menguntungkan”. Akan tetapi, seperti yang akan kita lihat, mutasi hanya dapat men-jadi “penyebab perubahan-perubahan merugikan”.

Teori Darwin tentang evolusi melalui seleksi alam didasarkan pada dua fakta sederhana yaitu:

  1. Adanya variabilitas
  2. Kesamaan antara induk dan keturunannya, dan satu kesimpulan bahwa variasi-variasi yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemungkinan makhluk hidup untuk tertahan dan berproduksi.darwin percaya bahwa perubahan kondisi akan menghasilkan variasi baru. Ini merupakan hasil yang segera tampak sebagai akibat adanya seleksi dan akhirnya menghasilkan perubahan evolutif yang tetap (Swara, 2013).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Bagian-Bagian Bungan Lengkap Beserta Fungsinya | Ayoksinau.com


Faktor Penyeleksi di Alam

Faktor-faktor  lingkungan apa sajakah yang dapat menyeleksi makhluk hidup di alam? Dibawah ini akan dijelaskan secara jelas dan rinci faktor penyeleksi alam. Diantaranya adalah sebagai berikut.

Makanan

Apabila pada suatu pulau kecil hidup 100 ekor burung dara yang memakan jagung dan biji-bijian. Yang kemudian lama-kelamaan jumlah merpati akan menjadi lebih dari 1000 ekor karena akan terus berkembang biak. Sementara itu jumlah makanan seperti jagung dan biji-bijian jumlahnya terbatas dan hanya cukup untuk 500 ekor burung. Hal tersebut yang kemudian membuat burung-burung bersaing dan memperebutkan makanan. Burung dara yang paling kuat serta paling cepat akan mendapatkan makanan yang cukup. Dan sebaliknya , burung merpati  yang lemah dan kurang gesit akan mati karena kalan dalam memperebutkan makanan.

Suhu pada Lingkungan

Maksud dari suhu pada lingkunga  yaitu, contohnya  ketika suatu sekolah mengadakan piknik digunung bromo atau gunung semeru. Tentunya tidak  semua anak cocok dengan cuaca atau suhu pada lingkungan yang dingin tersebut. Bisa jadi malah diantara anak-anak yang mengikuti piknik tersebut akan sakit. Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap orang atau makhluk hidup memiliki kemampuan dalam beradaptasi yang berbeda-beda. Contoh pada hewan yaitu ada hewan-hewan tertentu yang hanya ada dikutub, dan jenisnya berbeda dengan hewan-hewan yang hidup di gurun atau padang pasir atau pada daerah tropis.

Didaerah yang dingin, akan dijumpai hewan-hewan mamalia yang berambut tebal dan lebat, sedangkan pada daerah yang tropis akan dijumpai mamalia berambut tipis. Jenis makhluk hidup yang paling adaptif (dapat menyesuaikan diri) dengan suhu lingkungannya akan lolos seleksi alam dan dapat hidup terus, sementara makhluk hidup  yang tidak adaptif akan mati karena seleksi alam. Jadi faktor yang mempengaruhi seleksi alam yaitu suhu pada lingkungan.

Cahaya Matahari

Cahaya matahari sangat penting bagi keberlangsungan hidup organisme, contohnya pada tumbuhan. Tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk fotosintesis dan menghasilkan makanan dengan bantuan cahaya matahari.

Fotosintesis merupakan proses berubahnya karbondioksida dan air menjadi karbohidrat dan oksigen. Tumbuhan yang kekurangan cahaya matahari akan mengalami fotosintesis yang tidak maksimal, sehingga berpengaruh terhadap oksigen yang dihasilkan dan dimanfaatkan oleh organisme lainnya.

Habitat

Habitat merupakan tempat tinggal makhluk hidup. Dalam habitat ini tersedia sumber-sumber pendukung kehidupan, seperti air, sumber makanan, tempat berlindung dan lain sebagainya. Kerusakan lingkungan akibat penebangan secara liar akan merusak habitat berbagai macam organisme, seperti harimau sumatera yang kini terdesak oleh manusia dan diperkirakan akan segera punah.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Langkah-Langkah dalam Penelitian Sejarah (Heuristik, Verifikasi,Interpretasi, dan Historiografi)


Macam-macam Seleksi Alam

Di alam ini terjadi 3 macam seleksi, yaitu seleksi terarah, seleksi stabilisasi, dan seleksi disruktif.

  • Seleksi terarah

Jika kondisi lingkungan berubah, terjadi tekanan seleksi terhadap suatu jenis yang menyebabkan spesies tersebut beradaptasi pada kondisi baru. Didalam populasi, akan ada range atau rentang individu yang berdasarkan dengan salah satu karakter.

Suatu populasi mungkin dapat berada dalam keadaan dimana individu-individu yang menempati satu ekstrim dari kisaran fenotip lebih disukai daripada yang lain-lain.Hal ini terjadi akibat perubahan pada lingkungan fisiknya.Polusi udara yang disebabkan oleh revolusi industri di Britania Raya berakibat evolusi populasi berwarna lebih gelap pada banyak sekali spesies ngengat-melanisme industri.Pergeseran fenotip ini biasa disebut penggantian ciri.Ini adalah akibat dari seleksi berarah.Jadi seleksi berarah adalah kekuatan dinamis yang menyebabkan perubahan progressif dalm genotip dan oleh karena itu perubahan evolusioner (Swara, 2013).

Seleksi terarah

Gambar diatas menunjukkan bahwa ada tiga cara seleksi alamiah yang dapat mengubah distribusi fenotipe populasi. Pada setiap kasus, sumbu X merupakan kisaran variasi sifat yang dipertimbangkan  sedangkan sumbu Y merupakan kisaran jumlah individu dalam populasi di tempat tersebut.

Grafik sebelah kiri  menunjukkan seleksi penstabilan bekerja melawan individu yang ekstrim dari sifat yang terseleksi. Polimorfisme berimbang merupakan salah satu contoh seleksi penstabilan.Grafik tengah menunjukkan seleksi berarah menguntungkan fenotipe pada satu ujung kisaran tersebut, sehingga menimbulkan pergeseran bertahap dalam distribusi fenotipe pada populasi tadi.Grafik kanan menunjukkan seleksi distruptif menguntungkan tipe ekstrim di ats tipe intermediate.Hal ini dapat menyebabkan pemisahan populasi itu menjadi dua subpopulasi.

  • Seleksi Stabilisasi

Seleksi ini terjadi pada semua populasi dan cenderung memperkecil keekstriman atau penonjolan didalam kelompok.Dalam hal ini, hal tersebut mengurangi kemampuan menghasilkan variasi dalam suatu populasi, dengan demikian mengurangi pula kesempatan mengalami perubahan evolusi.

Seleksi alamiah sering bekerja untuk menyingkirkan individu dari kedua fenotip ekstrim tersebut,di samping meningkatkan keberhasilan reproduksi fenotip yang mendekati nilai rata-rata. Dalam hal yang demikian, seleksi alamiah merupakan kekuatan yang bekerja untuk memelihara suatu keadaan tetap pada saat tertentu.Misalnya, ekor panjang dan ekor pendek itu keduanya tidak menguntungkan bagi tikus.Faktor-faktor yang mungkin melibatkan seperti halnya daya tarik pada lawan jenis, kemudahan gerak, kerugian karena pemangsa.Pada manusia misalnya, insiden mortalitas bayi itu lebih tinggi baik pada bayi dengan bobot sangat berat maupun dengan bobot yang sangat ringan. Jadi bayi dengan bobot rata-rata pada waktu lahir terseleksi,dan yang bobotnya pada kedua ekstrim itu tersingkir. Polimorfisme berimbang yang terjadi karena kemampuan superior heterozigot merupakan contoh yang lain (Swara, 2013).

  • Seleksi disruktif

Meskipun jenis seleksi ini kurang umum, namun bentuk seleksi ini penting dalam mencapai perubahan evolusi.Seleksi distruktif dapat terjadi jika factor – factor lingkungan mengambil sejumlah bentuk yang terpisah.

Tampaknya ada keadaan tertentu dimana individu pada kedua ekstrim dar kisaran fenotipnya lebih sesuai dari pada yang terdapat di tengah-tengah.Hal ini dinamakan seleksi disruptif atau seleksi terganggu. Arti penting evulisionermya terdapat pada kenyataan bahwa seleksi disruptif itu dapat menimbulkan terpecahnya lungkang (pool) gen tungal menjadi dua lungkang gen yang berbeda. Hal ini dapat merupakan suatu cara pembentukan spesies baru.

Residu dari operasi pertambahan sering kali mengandung ion metal toksik dalam konsentrasi sangat tinggi, sehingga sebagian besar tumbuhan tak dapat tumbuhan ditempat tersebut. Akan tetapi, beberapa spesies yang kuat, misalnya rumput tertentu, mampu mentebar dari tanah sekitarnya yang tak terkontaminasi sampai diatas timbunan limbah tersebut. Pemeriksaan pada tumbuhan ini memperlihatkan bahwa mereka telah mengembangkan daya tahan yang tinggi terhadap ion-ion toksik, disamping itu pada saat yang sama mengembangkan pula kekurangmampuan tumbuh pada tanah yang tak terkontaminasi. Karena penyerbukan pada rumput terjadi oleh angin, maka terjadi persilangan antara populasi yang resisten dan tak resisten, namun akhirnya terjadi seleksi disruptif. Laju kematian yang lebih tinggi pada tumbuhan yang kurang resisten yang tumbuh pada tanah yang terkontaminasi, dibandingkan dengan laju kematian yang lebih tinggi pada tumbuhan yang lebih resisten yang tumbuh pada tanah yang tak terkontaminasi, menyebabkan divergensi meningkat dan populasinya terbagi menjadi dua sub populasi dengan perwujudan ekstrim sifat ini (Swara, 2013).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 13+ Gunung Tertinggi Di Pulau Jawa & Ketinggiannya | Ayoksinau.com


Kepunahan Organisme

Berdasarkan hasil-hasil temuan fosil-fosil kita tahu  bahwa ada jenis makhluk hidup yang ada pada zaman dahulu tidak ditemukan lagi sekarang. Itu berarti makhluk hidup tersebut telah punah.

Lingkungan pada bumi yang selalu  mengalami perubahan secara terus menerus (dinamis). Organisme yang dapat beradaptasi akan terus lestari sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan punah karena terkena seleksi alam. Contoh hewan yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan  adalah dinasaurus. Dinosaurus merupakan kelompok golongan hewan reptilia purba yang mendominasi bumi selama jutaan tahun. Akan tetapi lenyap juga.

Dari hasil penelitian fosil-fosil yang ditemukan, didapatkan bukti-bukti bahwa pada saat itu terjadi hal-hal diantaranya adalah sebagai berikut

  • Permukaan air laut yang naik
  • Terdapat kandungan iridum pada bumi
  • Suhu pada bumi yang menurun tajam
  • Tumbuhan lebih dahulu punah.

Dari  bukti-bukti yang telah  ditemukan, muncul beberapa teori yang dikemukakan oleh ilmuwan. Diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Ilmuwan berpendapat bahwa perubahan iklim yang menyebabkan kepuunahan banyak jenis-jenis hewan organisme termasuk dinasaurus. Perubahan iklim terjadi karena tumbuhan asteroid atau  tanpa tumbukan asteroid.
  2. Iridium sangat jarang terdapat di bumi, karena pada umumnya terdapat pada meteroit. Ada yang menduga bahwa ada asteroid atau meteroit raksasa yang menumbuk atmosfer bumi. Pecahan-pecahan asteroid dan meteroit mementuk awan debu yang kemuudian menghalangi cahaya matahari untuk masuk kebumi. Yang akibatya iklim pada bumi terganggu pada beberapa bulan dan mematikan banyak jenis tumbuhan. Karena banyak tumbuh-tumbuhan yang mati, maka akibatnya hewan-hewan pemakan tumbuhan pun kemudian menjadi punah.
  3. Ada yang berpendapat, dari hasil temuan fosil yang ditemukan di India, diperkirakan dinosaurus punah dikarenakan adanya letusan gunung berapi yang sangat hebat. Dari letusan gunung berapi tersebut kemudian menghasilkan debu yang memenuhi atmosfir. Yang berakibat cahaya matahari terhalang dan suhu bumi menjadi dingin. Dinosaurus tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, yang akhirnya menjadi punah,. Dahulu, perubahan lingkungan terjadi secara alami dan dalam waktu jutaan tahun, sehingga makhluk hidup dapat atau mempu beradaptasi. Pada saat sekarang perubahan lingkungan dipercepat karena kegiatan manusia. Kegiatan manusia yang mempercepat perubahan iklim lingkungan yaitu penebangan hutan yang tujuannya membuka lahan untuk industri.

Dampak Seleksi Alam

Seleksi alam memiliki dampak besar bagi kelangsungan hidup suatu organisme makhluk hidup. Bagi organisme yang tidak mampu melewati proses seleksi alam, maka populasinya akan berkurang dan dapat menyebabkan kepunahan suatu spesies.

Seleksi alam juga memberikan dampak munculnya spesies-spesies baru, karena dengan adanya adaptasi yang dilakukan makhluk hidup, maka akan menciptakan keanekaragaman makhluk lainnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Bukti dan Fakta-Fakta Mengenai Sejarah


Contoh Seleksi alam

Contoh peristiwa seleksi alam adalah pada kupu-kupu biston betularia di inggris.Kupu-kupu biston betularia terdapat dua jenis, yaitu yang bersayap terang cerah dengan yang bersapap gelap.Awal mulanya lingkungan inggris yang bersih sangat baik untuk adaptasi kupukupu yang bersayap cerah.Namun karena limbah jelaga industri di inggris yang semakin banyak dan mengotori pepohonan sehingga pohon menjadi gelap yang akhirnya menjadi lebih adaptif untuk kupu-kupu yang bersapap gelap daripada yang terang.Hasilnya perkembangan kupu2 bersayap gelap meningkat tajam dan sayap cerah berkurang drastis.

Seleksi alam adalah proses di mana mutasi genetika yang meningkatkan reproduksi menjadi (dan tetap) lebih umum dari generasi yang satu ke genarasi yang lain pada sebuah populasi. Kondisi-kondisi ini menghasilkan kompetisi antar organisme untuk bertahan hidup dan bereproduksi. Oleh sebab itu, organisme dengan sifat-sifat yang lebih menguntungkan akan lebih berkemungkinan mewariskan sifatnya, sedangkan yang tidak menguntungkan cenderung tidak akan diwariskan ke generasi selanjutnya (Vitasari, 2013).

Konsep pusat seleksi alam adalah kebugaran evolusi organisme.Kebugaran evolusi mengukur kontribusi genetika organisme pada generasi selanjutnya. Namun, ini tidaklah sama dengan jumlah total keturunan, melainkan kebugaran mengukur proporsi generasi tersebut untuk membawa gen sebuah organisme. Karena itu, jika sebuah alel meningkatkan kebugaran lebih daripada alel-alel lainnya, maka pada tiap generasi alel tersebut menjadi lebih umum dalam popualasi.Contoh-contoh sifat yang dapat meningkatkan kebugaran adalah peningkatan keberlangsungan dan fekunditas.Sebaliknya, kebugaran yang lebih rendah yang disebabkan oleh alel yang kurang menguntungkan atau merugikan mengakibatkan alel ini menjadi lebih langka.Adalah penting untuk diperhatikan bahwa kebugaran sebuah alel bukanlah karakteristik yang tetap.Jika lingkungan berubah, sifat-sifat yang sebelumnya bersifat netral atau merugikan bisa menjadi menguntungkan dan yang sebelumnya menguntungkan bisa menjadi merugikan.

Kasus khusus seleksi alam adalah seleksi se**ual, yang merupakan seleksi untuk sifat-sifat yang meningkatkan keberhasilan perkawinan dengan meningkatkan daya tarik suatu organisme.Sifat-sifat yang berevolusi melalui seleksi s**sual utamanya terdapat pada pejantan beberapa spesies hewan.Walaupun sifat ini dapat menurunkan keberlangsungan hidup individu jantan tersebut (misalnya pada tanduk rusa yang besar dan warna yang cerah dapat menarik predator).Ketidakuntungan keberlangsungan hidup ini diseimbangkan oleh keberhasilan reproduksi yang lebih tinggi pada penjantan.

Bidang riset yang aktif pada saat ini adalah satuan seleksi, dengan seleksi alam diajukan bekerja pada tingkat gen, sel, organisme individu, kelompok organisme, dan bahkan spesies.Dari model-model ini, tiada yang eksklusif, dan seleksi dapat bekerja pada beberapa tingkatan secara serentak.Di bawah tingkat individu, gen yang disebut transposon berusaha menkopi dirinya di seluruh genom.Seleksi pada tingkat di atas individu, seperti seleksi kelompok, dapat mengijinkan evolusi ko-operasi.

Dengan berbagai perkembangan dalam perkembangan dalam ilmu biologi, khususnya genetika maka kemudian Teori Evolusi Darwin diperkaya. Seleksi alam tidak lagi menjadi satu-satunya agen penyebab terjadinya evolusi, melainkan ada tambahan faktor-faktor penyebab lain yaitu: mutasi, aliran gen, dan genetic drift. Oleh karenanya teori evolusi yang sekarang kita seirng disebut Neo-Darwinian atau Modern Systhesis. Secara singkat, proses evolusi oleh seleksi alam (Neo Darwinian) terjadi karena adanya:

  1. Perubahan frekuensi gen dari satu generasi ke generasi berikutnya.
  2. Perubahan dan genotype yang terakumulasi seiring berjalannya waktu.
  3. Produksi varian baru melalui pada materi genetic yang diturunkan (DNA/RNA).
  4. Kompetisi antar individu karena keberadaan besaran individu melebihi sumber daya lingkungan tidak cukup untuk menyokongnya.
  5. Generasi berikut mewarisi “kombinasi gen yang sukses” dari individu fertile (dan beruntung) yang masih dapat bertahan hidup dari kompetisi (Vitasari, 2013).

Darwin mengemukakan bahwa seleksi alam merupakan agen utama penyebab terjadinya evolusi. Darwin (dan Wallace) menyimpulkan seleksi dari prinsip yang dikemukakan oleh Malthus bahwa setiap populasi cendrung bertambah jumlahnya seperti deret ukur, dan sebagai akibatnya cepat atau lambat akan terjadi perbenturan antar anggota dalam pemanfaatan sumber daya khususnya bila ketersediaannya terbatas. Hanya sebagian, seringkali merupakan bagian kecil, dari keturunannya bertahan hidup: sementara besar lainnya tereliminasi.

Dengan berkembangnya ilmu genetika, teori itu diperkaya sehingga muncul Neo Darwinian. Menurut Lemer (1958), definisi seleksi alam adalah segala proses yang menyebabkan pembedaan non random dalam reproduksi terhadap genotype; atau allele gen dan kompleks gen dari generasi ke generasi berikutnya.

Anggota populasi yang membawa genotype yang lebih adaptif (superior) berpeluang lebih besar untuk bertahan daripada keturunan yang inferior. Jumlah individu keturunan yang superior akan bertambah sementara jumlah individu inferior akan berkurang dari satu generasi ke generasi lainnya. Seleksi alampun juga masih bekerja, sekalipun jika semua keturunan dapat bertahan hidup dalam beberapa generasi.Contohnya adalah pada jenis fauna yang memiliki beberapa generasi dalam satu tahun. Jika makanan dan sumberdaya yang lain tidak terbatas selama suatu musim, populasi akan bertambah seperti deret ukur dengan tidak ada kematian di antara keturunannya. Hal itu tidak berarti seleksi tidak terjadi, karena anggota populasi dengan genotype yang berbeda memproduksi keturunan dalam jumlah yang berbeda atau berkembang mencapai matang s**sual pada kecepatan yang berbeda. Musim yang lain kemungkinan mengurangi jumlah individu secara drastic tanpa pilih-pilih. Jadi pertumbuhan eksponensial dan seleksi kemungkinan akan dilanjutkan lagi pada tahun berikutnya. Pebedaan fekunditas, sesungguhnya juga merupakan agent penyeleksi yang kuat karena menentukan perbedaan jumlah individu yang dapat bertahan hidup atau dan jumlah individu yang akan mati, yang ditunjukkan dalam angka kematian (Vitasari, 2013).

Darwin telah menerima, namun dengan sedikit keraguan, slogan Herbert Spencer “survival of the fittest in the struggle for life” sebagai altenatif untuk menerangkan proses seleksi alam, namun saat ini slogan itu nampaknya dipandang tidak sepenuhnya tepat. Tidak hanya individu atau jenis yang terkuat tetapi mereka yang lumayan pas dengan lingkungan dapat bertahan hidup dan bereproduksi.Dalam kondisi seleksi yang lunak atau halus semua individu atau jenis pembawa genotype yang bermacam-macam dapat bertahan hidup ketika populasi berkurang. Individu yang fit (individu yang sesuai dengan lingkungan dapat bertoleransi dengan lingkungan) tidak harus mereka yang paling kuat, paling agresif atau paling bertenaga, melainkan mereka yang mampu bereproduksi menghasilkan keturunan dengan jumlah terbanyak yang viable dan fertile (Vitasari, 2013).

Seleksi alam tidak menyebabkan timbulnya material baru (bahan genetic yang baru yang di masa mendatang akan datang diseleksi lagi),melainkan justru menyebabkan hilangnya suatu varian genetic atau berkurang frekuensi gen tertentu. Seleksi alam bekerja efektif hanya bila populasi berisi dua atau lebih genotype, yang mana dari varian itu ada yang akan tetap bertahan atau ada yang tereliminasi pada kecepatan yang berbeda-beda. Pada seleksi buatan, breeder akan memilih varian genetic (individu dengan genotype) tertentu untuk dijadikan induk untuk generasi yang akan datang. permasalahan yang timbul adalah dari mana sumber materi dasar atau bahan mentah genetic penyebab keanekaragaman genetic pada varian-varian yang akan obyek seleksi oleh alam. Permasalahan itu terpecahkan setelah T.H Morgan dan kawan-kawan meneliti mutasi pada lalat buah Drosophilia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mutasi menyuplai bahan mentah genetic yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman genetic dimana nantinya seleksi alam bekerja (Vitasari, 2013).


Peristiwa seleksi alam adalah pada kupu-kupu biston betularia

kupu-kupu biston betularia

Contoh kupu-kupu Biston betulariadi inggris. Kupu-kupu biston betularia terdapat dua jenis, yaitu yang bersayap terang cerah dengan yang bersapap gelap. Awal mulanya lingkungan inggris yang bersih sangat baik untuk adaptasi kupukupu yang bersayap cerah. Namun karena limbah jelaga industri di inggris yang semakin banyak dan mengotori pepohonan sehingga pohon menjadi gelap yang akhirnya menjadi lebih adaptif untuk kupu-kupu yang bersapap gelap daripada yang terang. Hasilnya perkembangan kupu-kupu bersayap gelap meningkat tajam dan sayap cerah berkurang drastis.

Pada saat sebelum terjadinya revolusi di Inggris, udara di Inggris masih bebas dari asap industri, sehingga populasi ngengat biston betularia hitam menurun karena tidak dapat beradaptsi dengan lingkungannya. namun setelah revolusi industri, udara di Inggris menjadi gelap oleh asap dan debu industri, sehingga populasi ngengat biston betularia putih menurun karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan, akibatnya mudah ditangkap oleh pemangsanya. Kettlewell’s seorang dari Oxford University pada tahun 1966 telah menyelidiki kupu hitam dan putih Biston betularia (di Inggris). Kupu hitam banyak ditemui di daerah industri (tercemar) dan sedikit di daerah yang tidak tercemar, dan kupu putih sebaliknya. Untuk mengecek adanya perbedaan yang dikaitkan dengan penambahan lingkungan maka Kettlewell’s mempelajari perkembangan populasi kupu ini dengan cara “Marking recapture” yaitu menandai sejumlah kupu dari dua warna itu, kemudian dilepas di daerah tercemar (Birminghan) dan di daerah yang tidak tercemar (Dorset), setelah beberapa waktu ditangkap kembali, hasilnya sebagai berikut:

Birminghan (tercemar) DilepasDitangkap kembali
Hitam47719%
Putih13740%
Dorset(tak tercemar)
Hitam4376%
Putih49612,5%

Kesimpulan dari tabel diatas adalah:

  • Penyebaran kupu hitam berkorelasi dengan derajat pencemaran.
  • Ada mutasi putih ke hitam.

Demikian pula yang diperlihatkan dalam penggunaan DDT terhadap serangga. Peningkatan penggunaan DDT mengakibatkan berkurang kekebalannya terhadap serangga.


2. Terjadinya spesies baru burung Finch di Kepulauan Galapagos

burung Finch di Kepulauan Galapagos

Kepulauan Galapagos berada di kawasan Amerika Selatan. Pada waktu melakukan ekspedisi di Kepulauan Galapagos, Darwin menemukan berbagai jenis burung yang sebelumnya tidak pernah dikenal. Burung-burung memiliki paruh dan kebiasaan makan yang berbeda-beda. Darwin memeperkirakan burung-burung tersebut merupakan keturunan burung Finch yang berasal dari daratan Amerika Selatan. Pada mulanya lingkungan dan makanannya yang baru. Lama-kelamaan muncullah berbagai spesies burung Finch yang baru. Berung Finch yang tidak dapat beradaptasi akan terseleksi, sehingga hanya burung-burung Finch yang mampu beradaptasi saja yang dapat bertahan hidup.


3. Zarafah yang berleher panjang

Zarafah yang berleher panjang

Menurut Darwin, pada mulanya tidak semua zarafah berleher panjang. Oleh karena sumber makanan mereka yang berupa daun-daun muda di pucuk-pucuk pohon yang tinggi, hanya zarafah berleher panjang saja yang dapat bertahan hidup. Zarafah-zarafah berleher pendek punah terseleksi oleh alam.


4. Punahnya dinosaurus dan reptil-reptil raksasa

Punahnya dinosaurus dan reptil-reptil raksasa

Punahnya dinosaurus dan reptil-reptil raksasa lainnya diduga karena tidak dapat beradaptasi terhadap perubahan-perubahan lingkungan yang terjadi pada zaman Mesozoikum 180 juta tahun yang lalu. Para peneliti menduga bahwa pada saat itu terjadi tabrakan antara bumi dan meteor. Tabrakan tersebut menyebabkan bumi tertutup debu. Akibatnya, sinar matahari tidak sampai ke permukaan bumi. Hal ini menyebabkan tumbuhan tidak dapat melakukan fotosintesis dan akhirnya mati. Matinya tumbuhan diikuti dengan matinya dinosaurus pemakan rumbuh-tumbuhan dan akhirnya dinosaurus pemakan daging juga mati.

Demikianlah ulasan mengenai pengertian seleksi alam dan contoh. kunjungi terus ayoksinau.teknosentrik.com sebagai media pembelajaran.