Pengertian dan Fungsi Produksi beserta Tujuannya

Diposting pada

pengertian-produksi

Pada pembahasan kali ini, ayoksinau.teknosentrik.com akan membahas tentang apa itu kegiatan produksi. Dalam satu keluarga untuk dapat memenuhi kebutuhan makan, mereka dapa menghasilkan sendiri. Tidak semua orang dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi mereka berharap dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka dan keluarga mereka.

Pengertian Produksi

Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang atau perusahaan yang menjalankan suatu proses produksi disebut Produsen

Secara umum produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang menstranspormasikan masukan (input) menjadi hasil keluaran (output). Dalam pengertian yang bersifat umum ini penggunaannya cukup luas, sehingga mencakup keluaran (output) yang berupa barang atau jasa. Dalam arti sempit, pengertian produksi hanya dimaksud sebagai kegiatan yang menghasilkan barang baik barang jadi maupun barang setengah jadi, bahan industri dan suku cadang atau spareparts dan komponen. Hasil produksinya dapat berupa barang­barang konsumsi maupun barang-barang industri. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa. (Sofjan Assauri, 1999: him 11)

Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output sehingga nilai barang tersebut bertambah. Input dapat berupa terdiri dari barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi, dan output adalah barang atau jasa yang di hasilkan dari suatu proses produksi, sedangkan menurut, Sukanto dan Indriy, Produksi merupakan pusat pelaksanaan kegiatan konkrit mengadakan barang-barang dan jasa-jasa. Tanpa kegiatan ini kosonglah arti suatu badan usaha.(sukanto, indriyo, 1992, him 12-13)

Produksi adalah suatu kegiatan yang mengubah input menjadi output. Kegiatan tersebut dalam ekonomi biasa dinyatakan dalam fungsi produk, Fungsi produk menunjukkan jumiah maksimum output yang dapat dihasilkan dari pemakaian sejumlah input dengan menggunakan teknogi tertentu. (sugiarto, dkk, 2002 : him 202) sedangkan menurut Ari sudarman, Produksi sering didefenisikan sebagai penciptaan guna, dimana guna bararti kemampuan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia(Ari Sudarman, 2004 : him 103)

Menurut definisi diatas produksi meliputi semua aktivitas dan tidak hanya mencakup pengertian yang sangat luas, produksi meliputi semua aktivitas dan tidak hanya mencakup pembuatan barang-barang yang dapat dilihat dengan menggunakan faktor produksi. Faktor produksi yang dimaksud adalah berbagai macam input yang digunakan untuk melakukan proses produksi. Faktor-faktor produksi tersebut dapat diklasifikasi menjadi faktor produksi tenaga kerja, modal, dan bahan mentah. Ketiga faktor produksi tersebut dikombinasikan dalam jumlah dan kualitas tertentu. Aktivitas yang terjadi didalam proses produksi yang meliputi perubahan-perubahan bentuk, tempat dan waktu penggunaan hasil-hasil produksi.

Disamping itu produksi juga diartikan sebagai penciptaan nilai guna (utility) suatu barang dan jasa dimana nilai guna diartikan sebagai kemampuan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pengertian lain dengan lebih sederhana mengatakan bahwa produksi adalah suatu kegiatan mengubah input (faktor produksi menjadi output barang dan jasa). adanya perbedaan produksi dalam arti teknis dan ekonomi adalah secara teknis merupakan suatu pendayagunaan sumber­sumber yang tersedia. Dimana nantinya diharapkan tervujudnya hasil yang lebih baik dari segala pengorbanan yang telah diberikan. Sedangkan bila ditinjau dari pengertian ekonomi, produksi merupakan suatu proses pendayagunaan segala sumber yang tersedia untuk mewujudkan hasil yang terjamin kualitas, terkelola dengan baik sehingga kegiatan tersebut haruslah dilakukan dengan biaya serendah mungkin untuk mencapai hasil maksimal.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia


Fungsi Produksi

Pada umumnya ekonomi menggunakan fungsi produksi untuk menggambarkan hubungan antara input dan output. Fungsi produksi menunjukan berapa banyak jumlah maksimum output yang dapat diproduksi apabila sejumlah input yang tertentu dipergunakan pada proses produksi.

Fungsi produksi adalah suatu skedul (atau tabel atau persamaan matematis) yang menggambarkan jumlah output maksimum yang dapat dihasilkan dari satu set faktor produksi tertentu, dan pada tingkat teknologi tertentu pula. Singkatnya fungsi produksi adalah katalog dari kemungkinan hasil produksi.

Fungsi produksi menunjukkan sifat hubungan di antara faktor­faktor produksi dan tingkat produksi yang dihasilkan. Faktor-faktor produksi dikenal pula dengan istilah input dan jumlah produksi selalu juga disebut sebagai output.(Sadono Sukirno, 2008 : him 193)

Dari pengertian diatas dapat dipahami mengenai unsur-unsur dan Faktor-faktor produksi disini yang dimaksud adalah tanah, modal, tenaga kerja dan keahlian keusahawan dimana tetap jumlahnya. Hanya tenaga kerja dipandang sebagai faktor produksi yang berubah-ubah. jumlahnya. Dengan demikian perkaitan antara faktor produksi yang digunakan dan tingkat produksi yang dicapai adalah perkaitan antara jumlah tenaga kerja yang digunakan dan jumlah produksi yang dicapai. 3 variabel independen yaitu Bahan Baku, Tenaga Kerja, dan Pemasaran Hasil produksi.

a. Bahan baku
Menurut Mulyadi (1986: 118) bahan baku adalah bahan yang membentuk bagian integral produk jadi. Bahan baku yang diolah dalam perusahaan manufaktur dapat diperoleh dari pembelian lokal, pembelian import atau dari pengolahan sendiri.
Adapun jenis jenis bahan baku menurut Gunawan Adisaputro dan Marwan Asri (1982: 185) terdiri dari

  • Bahan baku langsung (direct material)
    Bahan baku langsung adalah semua bahan baku yang merupakan bagian daripada barang jadi yang dihasilkan. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan mentah langsung ini mempunyai hubungan yang erat dan sebanding dengan jumlah barang jadi yang dihasilkan.
  • Bahan baku tak langsung (indirect material)
    Bahan baku tak langsung adalah bahan baku yang ikut berperanan dalam proses produksi, tetapi tidak secara langsung tamapak pada barang jadi yang dihasilkan. Seandainya barang jadi yang dihasilkan adalah meja dan kursi maka kayu merupakan bahan baku langsung, sedangkan paku dan plamir merupakan bahan mentah tak langsung.

b. Tenaga kerja
Tenaga Kerja adalah seluruh jumlah penduduk yang dianggap dapat bekerja dan sanggup bekerja jika ada permintaan kerja, tenaga kerja dapat dilihat dari konsep produktivitasnya.
Tenaga kerja faktor produksi ini bukan saja berarti jumlah buruh yang terdapat dalam perekonomian. Pengertian tenaga kerja meliputi juga keahlian dan ketrampilan yang mereka miliki. Dari segi keahlian dan pendidikannya, tenaga kerja dibedakan kepada tiga golongan berikut:

  • Tenaga kerja kasar adalah tenaga kerja yang tidak berpendidikan atau rendah pendidikannya dan tidak memiliki keahlian dalam suatu bidang pekerjaan,
  • Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerja yang memilki keahlian dari pelatihan atau dari pengalaman kerja seperti montir mobil, tukang kayu dan ahli merepasi TV dan radio.
  • Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki pendidikan cukup tinggi dan ahli dalam bidang tertentu seperti dokter, akuntan, ahli ekonom dan insinyur. (Sudono sukirno, 2003: hlm 7)

Konsep produktivitas kerja dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu dimensi individu dan dimensi organisasian. Dimensi individu melihat produktivitas dalam kaitannya dengan karakteristik­karakteristik kepribadian individu yang muncul dalam bentuk sikap mental dan mengandung makna keinginan dan upaya individu yang selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Sedangkan dimensi keorganisasian melihat produktivitas dalam kerangka hubungan teknis antara masukan (input) dan keluaran (out put). Oleh karena itu dalam pandangan ini, terjadinya peningkatan produktivitas tidak hanya dilihat dari aspek kuantitas, tetapi juga dapat dilihat dari aspek kualitas


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan Jenis Pajak beserta Fungsinya


Nilai dalam Produksi

Setiap barang dan jasa selalu memiliki nilai guna yang berbeda-beda. Perbedaan nilai guna tersebut dapat dilihat dari beberapa hal. Berikut penjelasannya :

  • Nilai guna bentuk (form utility)
    Nilai guna bentuk yaitu suatu barang yang memiliki nilai guna apabila telah mengalami suatu perubahan bentuk.
    Contohnya seperti kain, kain memang sudah memiliki nilai guna, tetapi akan lebih bertambah nilai gunanya apabila kain tersebut dirubah menjadi baju, celana ataupun yang lainnya.
    Perubahan suatu barang terhadap nilai guna tersebut akan mempengaruhi manfaat dan harga suatu barang tersebut. Harga baju akan menjadi lebih mahal dibandingkan dengan harga kain.
    Contoh lainnya, harga tahu dan tempe akan lebih mahal dan bermanfaat dibandingkan dengan harga dan manfaat dari kacang kedelai.
  • Nilai guna tempat (place utility)
    Nilai guna tempat merupakan suatu nilai guna barang akan menjadi lebih tinggi karena perbedaan tempat.
    Contohnya sayuran, harga sayuran di mall akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga sayur di pasaran.
  • Nilai guna Kepemilikan (ownership utility)
    Nilai guna kegunaan adalah nilai barang akan menjadi bertambah apabila barang tersebut telah berpidah kepemilikannya.
    Contohnya. Toko baju belumlah memiliki nilai guna dan akan memiliki nilai guna ketika ada orang yang membeli baju ditoko tersebut dan memakainya.
    Seorang manager tidak perlu memiliki cangkul, akan tetapi membutuhkan laptop. Hal tersebut juga menunjukan selain dari kepemilikannya, maka nilai guna ini ditentukan oleh siapa pemiliknya
  • Nilai Guna Waktu (time utility)
    Nilai guna suatu barang akan bertambah digunakan pada saat atau waktu yang tepat.
    Contohnya.Jas hujan akan bertambah nilai gunanya ketika digunakan musim hujan
    Nilai guna suatu barang akan bertambah ketika kita menggunakannya pada saat waktu yang tepat.

Produsen merupakan orang yang melakukan kegiatan produksi. Dan untuk melakukan kegiatan produksi seorang produsen harus selalu mengingat tiga hal

  1. What
    Barang – barang apa saja yang akan dihasilkan dan apa saja bahan-bahannya. Hal ini berhubungan dengan tujuan produksi. Tujuan barang untuk menghasilkan barang produksi atau barang konsumsi
  2. How
    Bagaimana cara memproduksi suatu barang, itu juga harus di pikirkan oleh seorang produsen. Karena hal tersebut sangat berkaitan dengan modal, tenaga kerja dan bahan baku. Dengan mengetahui hal tersebut maka produsen akan dapat menghasilkan barang yang berkwalitas dan harja jual murah.
  3. Whom
    Kemudian hasil tujuannya targetnya untuk siapa? Permasalahan yang ditimbulkan bukan hanya sekedar dapat menghasilkan barang. Tetapi harus memikirkan bahwa barang yang dihasilkan harus diterima oleh masyarakat. Untuk hal tersebut maka seorang pengusaha harus melakukan kegiatan promosi agar barang hasil dari produksinya dikenal dan diminati masyarakat.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Wirausaha : Pengertian Beserta Cirinya Lengkap


Pemasaran Hasil Produksi

Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain (Kotler, 2002: hlm 9)

Perencanaan pemasaran harus dimulai dari penetapan tujuan perusahaan, misalnya tujuan yang ingin dicapai:

  • Menciptakan kepuasan pelanggan melalui tawaran produk
  • Meningkatkan kwalitas produk
  • Meningkatkan pasar
  • Medapat laba dalam jangka pendek dan panjang

Meskipun beberapa perusahaan mempunyai tujuan yang sama, tetapi strategi yang digunakan berbeda-beda. Umumnya strategi pemasaran adalah:

  • Memilih pelanggan sasaran yang dituju atau dilayani
  • Mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan
  • Menentukan bauran pemasaran panjang

Agar strategi pemasaran dapat dijalankan, menajer pemasaran diharuskan untuk mengembangkan program-program pemasaran, seperti berikut:

  • Target penjualan
  • Anggaran pemasaran
  • Alokasi bauran pemasaran
  • Penetapan harga
  • Alokasi anggaran pemasaran pada masing-masing kelompok

Implementasi perencanaan pemasaran akan menjadi aktivitas terbaik perusahaan harus diorganisasikan melalui struktur organisasi yang mencerminkan kegiatan pemasaran yang optimal.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Cara Mempertahankan Standar Etika Bisnis dan Berwirausaha


Tujuan Produksi

Berikut dibawah ini Tujuan dari Produksi antara lain sebagai berikut :

  • Menghasilkan barang atau jasa
    Sangat jelas jika tujuan kegiatan produksi adalah menghasilkan barang atau jasa dengan menciptakan barang,(jasa bam melalui proses produksi oleh produsen.
  • Meningkatkan nilai guna barang atau jasa
    Sebuah perusahaan/industri memproduksi suatu barang bertujuan untuk meningkatkan nilai guna barang itu sendiri, di mana sebelumnya barang tersebut belum/kurang berguna tetapi sesudah melalui proses produksi nilaiguna dari barang tersebut menjadi lebih tinggi.
  • Meningkatkan kemakmuran masyarakat
    Tujuan dari proses produksi diharapkan dapat menghasilkan produk yang nantinya dapat mendatangkan keuntungan (profit oriented) yang nantinya kemakmuran masyarakat akan meningkat karena masyarakat akan memperoleh keuntungan dengan memproduksi suatu barag/jasa.
  • Meningkatkan keuntungan
    Dengan memproduksi barang dan jasa diharapkan dapat meningkatkan keuntungan industri/perusahaan tersebut.
  • Memperluas lapangan usaha
    Apabila suatu perusahaan sudah memiliki skala produksi yang besar dan diminati/laku pasar maka dapatlah dipastikan bahwa perusahaan tersebut akan semakin besar sehingga dapat memperluas lapangan usaha.
  • Menjaga kesinambungan usaha perusahaan
    Tujuan berikutnya adalah untuk menjaga kesinambungan usaha perusahaan sehingga perusahaan tersebut dapat terns berjalan baik dalam memperoleh faktor-faktor produksi, memproduksi barang dan jasa serta menjualnya kepasar untuk mendapatkan keuntungan

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Etika Bisnis Dan Berwirausaha berdasarkan Norma dan Prinsip


Proses Produksi

Proses produksi merupakan tahap-tahap atau langkah-langkah yang harus dilewati dalam memproduksi barang maupun jasa. Terdapat proses produksi itu membutuhkan waktu yang lama, misalnya seperti dalam pembuatan gedung pencakar langit, pembuatan pesawat terbang, serta juga pembuatan kapal serta lain-lainnya. Dalam proses produksi tersebut membutuhkan waktu yang berbeda-beda namun ada jugan yang sebentar, misalnya seperti pembuatan kain, pembuatan televisi, dan lain-lain. Tetapi, terdapat juga proses produksi yang secara langsung itu dapat dinikmati hasilnya oleh konsumen, misalnya seperti pentas hiburan, pijat serta produksi lain-lainnya. Dengan verdasarkan caranya, proses produksi tersebut digolongkan dalam tiga macam jenis antara lain sebagai berikut

  1. Proses Produksi Pendek
    merupakan suatu proses produksi yang pendek atau cepat serta langsung dalam menghasilkan barang ataupun jasa yang dapat dinikmati oleh konsumen. Contohnya misalnya seperti proses produksi makanan, seperti pisang goreng, bakwan, singkong goreng. dan lain-lain.
  2. Proses Produksi Panjang
    merupakan suatu proses produksi yang memakan waktu lama. Contohnya seperti pada proses produksi menanam padi serta juga membuat rumah.
  3. Proses Terus Menerus/Kontinu
    Merupakan suatu proses produksi yang mengolah bahan-bahan dengan secara berurutan dengan beberapa tahap dalam pengerjaan sampai pada akhirnya menjadi suatu barang jadi. Jadi bahan tersebut itu melewati tahap-tahap atau langkah-langkah dari proses mesin dengan secara terus-menerus untuk dapat menjadi suatu barang jadi. Contohnya msalnya proses memproduksi gula, kertas, karet, serta lain-lain
  4. Proses Produksi Berselingan/Intermitten
    merupakan suatu proses produksi yang mengolah bahan-bahan itu dengan cara menggabungkan menjadi barang jadi. Seperti misalnya, proses produksi mobil dimana bagian-bagian pada mobil dibuat dengan secara terpisah, mulai dari kerangkanya, setir, ban, mesin, kaca, serta lain-lain. Setelah semua macam bagian dari mobil tersebut selesai atau dalam artian lengkap maka yang akan dilangkukan selanjutnya pada bagian-bagian mobil itu akan digabungkan dan menjadi mobil.

Daftar Pustaka

  • Ismawanto. 2009. Ekonomi 1 : Untuk SMA dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 210.
  • Sa’dyah, C. 2009. Ekonomi 1 : Untuk Kelas X SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 434.
  • Widjajanta, B. dan A. Widyaningsih. 2009. Mengasah Kemampuan Ekonomi 1 : Untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Mandrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 170.